Apa itu antropometri?

Seringkali kita temukan beberapa alat yang sangat sulit untuk digunakan, di mana alat/produk tersebut memiliki ukuran yang terlalu kecil atau bahkan terlalu besar dan tidak sesuai dengan ukuran-ukuran tubuh dan bagian tubuh lainnya yang kita miliki. Contoh sederhana adalah kursi yang terlalu kecil. Bantalan kursi terasa sempit. Bagi orang gemuk, menggunakan kursi tersebut sangatlah tidak nyaman. Bagi orang yang kurus, menggunakan kursi tersebut terbilang sangat lebar dan terlalu besar.

Contoh sederhana lain adalah peralatan rumah tangga seperti sapu maupun pel lantai yang bertangkai. Banyak ibu rumah tangga yang mengeluhkan tinggi tangkai pel terlalu pendek sehingga mengharuskan orang untuk membungkuk. Namun bagi individu lain, tinggi pel lantai tersebut justru sudah sesuai. Mengapa terjadi perbedaan persepsi antara keduanya? Permasalahan seperti ini masuk dalam kajian ilmu yang disebut dengan antropometri.

Antropometri merupakan pengetahuan mengenai pengukuran dimensi tubuh manusia dan karakteristik khusus lain dari tubuh yang relevan dengan perancangan alat-alat/benda-benda yang digunakan oleh manusia.

Secara umum antropometri dibagi menjadi dua bagian, antara lain :
1. Antropometri statis. Pengukuran dilakukan saat manusia dalam kondisi diam dan linier pada permukaan tubuh.
2. Antropometri dinamis. Pengukuran dilakukan dengan memerhatikan gerakan-gerakan yang mungkin terjadi saat pekerja/individu melakukan gerakannya. Beberapa kesalahan kecil dalam kasus perancangan produk yang tidak mempertimbangkan unsur antropometri dapat berakibat fatal hingga kematian. Pada tahun 2002, Insurance Institute of Highway Safety mencatat tingginya kecelakaan dari usia muda hingga tua akibat kesalahan desain pedal pada mobil. Kesalahan ini diakibatkan karena desain pedal yang terlalu rapat sehingga jarak antara pedal gas dengan pedal rem terlalu dekat. Kesalahan desain ini mengakibatkan kesalahan persepsi oleh pengemudi. Banyak yang merasa telah menginjak pedal rem, namun kenyataannya yang diinjak adalah pedal gas.

Untuk mengatasi masalah-masalah di atas, konsep desain berdasarkan antropometri dibagi menjadi tiga hal penting, yakni :

  • Desain untuk individu ekstrim
  • Desain untuk rataan populasi
  • Desain yang dapat disesuaikan (adjustable range)

Desain untuk individu ekstrim banyak dikenal dengan istilah penggunaan persentil. Intinya untuk merancang bagi ukuran yang kecil seperti tinggi orang pendek maka gunakan persentil 5, dan untuk ukuran yang besar seperti tinggi pintu maka gunakan persentil 95.

Perancangan dengan rataan populasi digunakan jika dirasa penggunaan ekstrim sulit untuk dilakukan dimana kerugian lebih besar daripada keuntungannya. Sementara desain yang dapat diatur-atur (adjustable range) lebih bagus jika dilihat dari dapat tidaknya menyesuaikan ukuran dengan antropometri manusia. Mungkin produk-produk dengan pendekatan ini sering kita lihat di sekitar kita seperti kursi yang dapat diatur ketinggiannya, meja, ukuran tangga dan lain-lain.

Ingin mendesain produk sehingga sesuai untuk konsumen? Gunakanlah pendekatan antropometri.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of