Artificial Intelligence dan aplikasinya

Artificial Intelligence (AI) atau disebut juga dengan kecerdasan buatan, merupakan bidang keilmuan yang terus berkembang. Secara terminologi, AI merupakan keilmuan yang menggabungkan beberapa teknologi komputasi yang terinspirasi oleh bagaimana manusia berpikir, mengindera, berperilaku, hingga mengambil keputusan. Sederhananya, AI bisa diterjemahkan sebagai teknologi kecerdasan buatan manusia untuk membantu aktivitas manusia.

Studi selama 100 tahun tentang AI yang dilakukan Stanford University menyatakan bahwa AI akan terus berkembang pesat dan merubah cara hidup manusia sampai 2030. Dalam pidato terbarunya (April 2017), seorang biliuner dari China, Jack Ma, mengatakan pentingnya AI,

30 years later, the Time Magazine cover for the best CEO of the year very likely will be a robot. It remembers better than you, it counts faster than you, and it won’t be angry with competitors.

Produk-produk berbasis pada teknologi AI semakin digandrungi. Salah satu yang sedang populer adalah mobil yang memiliki kendali otomatis. Yang tidak kalah populer adalah bagaimana sistem pembayaran otomatis dikembangkan oleh perusahaan besar Amazon. Melalui supermarket Amazon Go yang akan dibuka pada pertengahan 2017 ini memungkinkan pembeli masuk tanpa antri, tanpa kasir, semuanya dilakukan secara otomatis.

Contoh aplikasi AI sederhana yang sudah sangat familiar adalah fasilitas auto-debit yang dilakukan pihak Bank dalam melakukan pembayaran. Bagi pelajar di Belanda yang menyewa rumah biasanya, maka setiap bulan pihak Bank akan otomatis menarik dana dari rekening nasabah, sebuah cara untuk mengganti peran seorang Teller di Bank. Sangat jarang melihat Teller berdiri menyambut nasabah di Belanda, karena hampir semua sistem informasi mereka sudah terotomatisasi (aplikasi AI di perbankan).

Gambar Babel fish

Aplikasi AI yang juga sangat membantu manusia dalam berkomunikasi adalah alat penerjemah real-time yang disebut dengan Babel Fish. Kita hanya perlu memasang alat ini di telinga, maka kita bisa melakukan travelling ke negara pun yang kita mau. Dengan alat ini kita bisa langsung memahami apa yang orang lain ucapkan kepada kita, meskipun kita tidak memahami bahasa mereka.

Jika AI memiliki banyak manfaat dalam kehidupan manusia, apakah ia juga membawa ancaman? Jawaban adalah “Iya”. AI merupakan kecerdasan yang dimodelkan dari manusia. Maka secara teoritis AI pun bisa meniru semua perilaku manusia, dan lebih jauhnya ia bisa menggantikan manusia secara keseluruhan.

Aplikasi AI di perbankan sudah mampu mengurangi tenaga kerja frontliner di perbankan. Aplikasi AI di manufaktur seperti robot-robot otomatis, juga sudah mampu mengurangi jumlah tenaga kerja. Aplikasi retail otomatis yang dikembangkan Amazon jelas mengurangi jumlah pekerja, bahkan bisa beroperasi tanpa pekerja sama sekali. Maka bukannya tidak mungkin jika di masa depan AI benar-benar bisa membuat lapangan pekerjaan semakin sulit.

Ancaman yang dibawa oleh teknologi AI sudah banyak dibicarakan oleh para pakar di bidangnya. Para periset dunia juga sudah memahami akan hal ini. Pemilik bisnis juga mengetahui AI seperti dua sisi mata uang, di satu sisi bisa mengefisienkan usahanya, di sisi lain bisa mengurangi kemampuan ia membantu banyak orang untuk bisa ia berdayakan.

Tesla self driving car

Pengaruh AI terhadap hukum dan publik juga merupakan tantangan. Bagaimana kebijakan dan undang-undang harus dibuat untuk mengatur sistem transportasi otomatis (mobil self-driving), drones, pengurangan jumlah pekerja karena robot, dan semacamnya agar semuanya menjadi teratur dan memberikan banyak manfaat di bidang sosial, ekonomi, dan budaya.

Beberapa peneliti di bidang ini sepakat bahwa pengembangan AI lebih fokus kepada berbagai hal yang memang tidak bisa dilakukan manusia. Di bidang manufaktur produksi mobil misalnya, proses pengelasan dan pengecetan mustahil dilakukan manusia karena berbahaya bagi keselamatan dan kesehatan, oleh karenanya digantikan oleh mesin dan robot.Selain memenuhi unsur K3, juga efisien dalam hal waktu dan produktivitas. Pengembangan AI yang seperti inilah yang harus dan selalu didorong untuk terus dilakukan.
Indonesia sebagai bangsa besar yang terus berkembang perlu menyadari peranan AI di masa depan.

Perkembangan teknologi di negeri kita memang terlambat, tapi Indonesia tidak kekurangan SDM yang berkualitas. Hubungan yang baik antara dunia riset, pendidikan, ekonomi dan industri harus terus didorong agar semakin memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of