Ramadhan di Groningen

Setiap Ramadhan selalu punya cerita tersendiri..apalagi setelah menikah..dari hamil kakak mimi, puasa sambil menyusui, melahirkan adek lili di hari ke2 Ramadhan 2thn lalu dan skrg mencicipi Ramadhan dengan durasi 19jm berpuasa..Alhamdulillah selalu diberi kemudahan dan kelancaran..karena tanpa pertolongan Allah pastinya akan terasa berat apalagi adek lili msh dlm proses menuju sapih.

Tak henti2nya bersyukur krn selalu dipertemukan dengan orang2 yg baik..tmn2 Indonesia yg wlpn baru stgh tahun saling mengenal tp sudah seperti keluarga, agak mengobati kerinduan kepada keluarga kami di tanah air. Bahkan Allah memberikan tempat tinggal yg terbaik dgn lingkungan yg sangat2 nyaman, tetangga yg baik hati. Di gedung apartemen tempat kami tinggal kami satu2nya org indonesia. Tetapi penghuni apartemen sejak hari pertama kami tiba sangat ramah, meski kami terkendala dalam bahasa utk saling mengenal lebih dekat. Karena sebagian besar yg tinggal adl oma2 dan opa2 yg mengunakan bahasa Belanda, sdgkn kami tdk menguasinya.

Tetangga sebelah kami sangat baik. Dia yg lebih dahulu mengunjungi rmh kami sambil membawakan sup ayam labu kuning. Kaget dan bahagia wkt itu, malu juga krn kami yg pendatang mlh blm smpt mampir memperkenalkan diri. Tentu saja beberapa hari kemudian gantian kami melakukan kunjungan balasan. Dia bahkan sudah mempersiapkan mainan agar anak2 tdk bosan saat berkunjung kesana. Oma Berty namanya, diusia senjanya dia tinggal sndr di apartemennya stlh 5th yg lalu suaminya meninggal. Dia sanga baik dan ramah, bahkan saat berpamitan anak2 diberi biskuit dan juga buku.Dia jg bilang, selama disini anggap sj aku oma kalian (menunjuk ke anak2) saat kami bercerita ttg klrg di Indonesia.

Kemarin saat kami beri icip2 kue kering khas lebaran si oma senang sekali. Katanya “lekker, kebetulan kmrn anakku berkunjung dan dia g bisa berhenti makan kuenya”, senang tentu saja krn bs berbagi dan memperkenalkan mknn Indonesia. Oma Berty sangat perhatian, beliau tw ttg Ramadhan. Dan saat kami bilang “owh kamu tw ttg Ramadhan” dia jawab “tentu saja, kita bertetangga jd aku hrs tw”, mngkn krn hijab yg sy gunakan membuatnya mudah mengenali bahwa kami muslim. Alhmdllh.

Kemarin menuju wkt berbuka, di dua hari terakhir Ramadhan, bel rumah berbunyi. Ternyat oma Berty yg ddpn pintu. Dia blg “bisa ikut ke rmhku sbntr, ada yg ingin ku berikan”. Sambil penasaran sy mengikuti dblkngny. Ternyata dia mengajak sy ke dapur rmhnya, dibukanya kulkas dan ditunjukkannya semangkuk besar salad. Dia menunjukkan bahan2 yg dia masukkan dlm mangkok. Ternyata dia bermaksud memberi tahu bahwa makanan yg dia buat tidak ada bahan2 yg terlarang bagi kami. Dia sangat paham bahwa kami menjaga yg kami konsumsi. Alhmdllh..benar2 bersyukur pny tetangga yg sangat perhatian.

Meskipun jauh dari klrg tercinta tp didekatkan dengan org2 yg baik yg bs kami anggap keluarga. Ibu Irianti Lukman, bapak, mami Enny Purwanti, papi, dhetik Nia Noviana, pakde Didik Nalogo, tante Fitria Lukitasari Flovey, om Yan Permadi, mbak dira, mbak na, mbak ra dan oso. Kami semua rindu, semoga semua sehat selalu. Jgn khawatirkan kami disini, krn berkat doa semua Allah mengirimkan banyak org baik disekitar kami. Selamat menuju hari kemenangan..Mohon maaf lahir dan batin..peluk dan cium dr Groningen 😘😘

Dan untuk semua teman2 kami sekeluarga memohon maaf lahir dan batin, semoga Ibadah kt diridhoi Allah, dan dipertemukan dgn Ramadhan yg akan datang. Aamiin.
Untuk yg akan berhijrah, selalulah berbaik sangka, insyaAllah akan dipertemukan dengan org2 yg baik. Hijrahlah dan lihat dunia, insyaAllah kita kan lebih banyak bersyukur. 😊😊
Mega Bagus Herlambang

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of