Ilustrasi teknik industri

Teknik industri atau yang juga dikenal dengan istilah Industrial Engineering merupakan keilmuan sistemik. Ilmu ini mempelajari bagaimana seorang analyst dapat mengintegrasikan beberapa sistem yang terdiri dari manusia, mesin, metode, lingkungan, material, dll agar menghasilkan performa yang baik, produktif dan tentunya menguntungkan dari sisi finansial. Lulusan seorang teknik industri bisa bekerja di banyak bidang, karena seorang industrial engineer belajar ilmu soft (seperti manajemen, komunikasi, marketing, dll), dan juga ilmu hard (statistik, peramalan, manufaktur, dll).

Di Indonesia, keilmuan ini memiliki beberapa spesialisasi. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Business dan manajemen
  • Efisiensi dan produktivitas
  • Ergonomi / Human Factors
  • Manufaktur
  • Sistem Informasi

Spesialisasi pertama belajar tentang bagaimana memulai dan menjalankan sebuah usaha. Di dalamnya termasuk bagaimana menentukan pasar dari produk/jasa yang ingin kita jual, termasuk cara menghitung biaya produksi, pemasaran dan elemen biaya lainnya.

Bagian kedua berbicara mengenai bagaimana kita bisa meningkatkan kinerja sebuah perusahaan melalui efisiensi berbagai bidang seperti menekan biaya, mengoptimalkan jam kerja, meningkatkan produktivitas, meminimalisir produk cacat, meningkatkan keakuratan peramalan permintaan, supply chain management (SCM) dan masih banyak lagi.

Ergonomi belajar tentang peningkatan performa perusahaan dilihat dari sisi manusia sebagai pusat sebuah sistem. Bahwasanya sebuah perusahaan dinilai baik, jika manusia yang bekerja di dalamnya juga merasa aman, sehat dan nyaman.  Bidang ini membahas bagaimana desain sebuah perusahaan, tata letak pabrik, desain produk yang baik, penggunaan aplikasi yang sesuai pemakainya, K3 (Keselamatan dan kesehatan kerja), dan lain-lain.

Bidang manufaktur mempelajari mengenai bagaimana membuat sebuah produk melalui proses permesinan dan non-permesinan, mulai dari bahan mentah, setengah jadi, hingga menjadi barang jadi. Termasuk di dalamnya adalah bagaimana sebuah produk dapat diproduksi dengan biaya seefisien mungkin dengan kualitas setinggi mungkin.

Bidang yang terakhir adalah bagaimana sebuah sistem bekerja baik di era informasi saat ini. Bagaimana sebuah proses permintaan dan penawaran mulai dari pelanggan hingga ke supplier berjalan dengan baik. Termasuk juga bagaimana perusahaan mampu membuat database sistem yang proporsional. Pemanfaat SOP (Standard Operating Procedure) untuk memastikan proses bisnis dengan kualitas yang selalu baik juga dipelajari di bidang ini.

Seorang lulusan S1 teknik industri setidaknya memahami inti dari kelima bidang keahlian ini, dan memiliki satu spesialisasi keahlian. Oleh karena itu banyak lulusan teknik industri tidak jarang menjadi manajer atau direktur di sebuah perusahaan, karena mereka sudah terbiasa melihat permasalahan dengan sudut pandang sistemik.

 

Untuk bisa membaca beberapa artikel terkait keilmuan teknik industri yang saya tulis, silakan klik artikel teknik dan manajemen industri.

Bagikan artikel ini: