Tips Beasiswa LPDP/BUDI

Logo LPDP

UPDATE : 26 Juni 2018

Alhamdulillah akhirnya bisa menulis tips dan trik tentang beasiswa LPDP dan BUDI sekaligus menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang LPDP di dunia luar sana. Sudah kurang lebih dua tahun tulisan ini dibuat. Sekarang saya sedang menempuh pendidikan S3 di bidang Artificial Intelligence di University of Groningen, Belanda bersama istri dan anak-anak saya. 

Semoga apa yang saya tulis ini bermanfaat bagi para pembaca dan mohon doanya agar studi saya dimudahkan sampai selesai, amiin.

Disclaimer : Segala sesuatu yang saya tulis adalah subjektif penulis dan bukan informasi resmi dari LPDP ya. InsyaAllah informasinya akurat, karena ini merupakan hasil diskusi, obrolan dengan awardee LPDP lainnya yang lolos seleksi, tanya jawab dengan direksi LPDP saat PK (Persiapan Keberangkatan), dan pengalaman berinteraksi dengan sesama awardee LPDP 2 tahun ini. Kebenaran hanya milik Allah, kalau ada informasi yang salah maka mohon dimaafkan.

LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) adalah Badan Layanan Umum yang dimiliki oleh Kemenkeu bekerjasama dengan 3 kementerian lain (kemendikbud, kementerian agama, Ristek dikti). LPDP pertama kali diusulkan oleh Menteri Keuangan saat itu Ibu Sri Mulyani, ditujukan untuk membiayai dana pendidikan SDM Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan S2 maupun S3, baik dalam maupun luar negeri. Dana yang ada di LPDP adalah dana abadi (dana yang diputar terus sehingga semakin berkembang) dan pencairannya independen, tidak tergantung persetujuan APBN. Beasiswa LPDP yang saya sebut dan saya bahas di sini adalah beasiswa reguler BPI (Beasiswa Pendidikan Indonesia) untuk Magister dan Doktoral.

BUDI (Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia) adalah beasiswa yang merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Ristek Dikti dengan Kemenkeu, di mana BUDI dikhususkan untuk para dosen yang memiliki NIDN. Walau namanya BUDI, pada dasarnya manajemennya dikelola oleh LPDP (Kemenkeu) dan semua dananya juga adalah dana LPDP.

 

APA PERSAMAAN DAN PERBEDAAN LPDP dan BUDI?

  • LPDP dan BUDI berbeda pasarnya. LPDP untuk kalangan umum baik pengusaha, PNS, BUMN, BUMD, pegawai Bank, swasta, Fresh Graduates dll. Sementara BUDI khusus para dosen yang sudah memiliki NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional).
  • Saat ini LPDP telah mengalami banyak perbaikan. Tidak hanya untuk kalangan umum saja (beasiswa reguler), namun ada tambahan golongan seperti TNI/Polri, para santri, dan peserta olimpiade sains yang sekarang dimasukkan ke dalam beasiswa afirmasi LPDP.
  • LPDP dan BUDI memiliki nominal beasiswa yang sama persis.
  • Jumlah universitas tujuan BUDI jauh lebih banyak dari LPDP, karena disalin dari kampus-kampus tujuan DIKTI yang sudah ada sebelumnya. Kampus tujuan LPDP adalah kampus peringkat 100 besar dunia saat ini (dulu 200 besar dunia, persaingan semakin ketat), sementara BUDI kampusnya mengikuti rekomendasi DIKTI.
  • Syarat beasiswa keduanya sangat mirip, kecuali khusus BUDI butuh syarat tambahan yaitu surat rekomendasi kopertis dan WAJIB memiliki LoA (Letter of Acceptance), sementara LPDP tidak perlu (update 12 agustus 2016). Saya melihat syarat BUDI lebih ‘mudah’ dibandingkan LPDP. Bahkan jumlah kampus pilihan BUDI jauh lebih banyak, dan lebih mudah untuk ‘ditembus’. LPDP kali ini benar-benar menyeleksi calon-calon awardee yang berkualitas.
  • LPDP menyediakan sekolah lanjutan S2 dan S3, sementara BUDI hanya S3 saja. Kedua-duanya bisa dalam negeri maupun luar negeri.

 

APA KEUNTUNGAN MENDAPATKAN BEASISWA LPDP dan BUDI?

  • Dana LPDP dan BUDI yang diterima selalu on time. Artinya kapan dibutuhkan, maka langsung cair (maks 10 hari kerja), karena tidak butuh birokrasi pengesahan APBN. Sementara beasiswa DIKTI yang dulu, terkenal ngaret (bisa 6 bulan puasa karena dana ga turun-turun). Selain itu ada tunjangan keluarga dan tunjangan kedatangan yang nominalnya sangat besar.
  • Ada program baru bernama co-founding. Jadi penerima beasiswa dan LPDP bersama-sama membiaya biaya pendidikan penerima beasiswa. Ini masih baru, jadi belum ada terapan nyata yang bisa saya komentari.

 

BAGAIMANA AGAR DITERIMA?

Langsung saja to the point ya saya jelaskan tentang cara mendapatkan beasiswa LPDP dan BUDI (syarat dan proses seleksi hampir sama).

Beberapa langkah yang harus dilalui untuk bisa diterima beasiswa LPDP/BUDI:

  • Seleksi Administrasi
  • Seleksi Berbasis Komputer
  • Seleksi Substansi yang terdiri: Wawancara + LGD (Leaderless Group Discussion)

 

SELEKSI ADMINISTRASI

Note : Khusus dosen yang sudah memiliki NIDN, mulai Juli 2016 tidak boleh mengikuti LPDP dan diarahkan untuk mengikuti BUDI.

  • Pastikan membaca panduan dan syarat-syarat di situsnya LPDP atau BUDI. Situs resminya adalah www.lpdp.kemenkeu.go.id
  • KHUSUS BUDI: Seleksi administrasi dilakukan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Cq Direktorat Kualifikasi Sumber Daya Manusia untuk melaksanakan pemeriksaan kelengkapan dokumen dan persyaratan lainnya sesuai dengan kriteria LPDP.
  • Pastikan Anda menulis 3 essays tentang ‘Sukses Terbesar Dalam Hidupku’, ‘Kontribusiku Bagi Indonesia’ dan ‘Rencana Studi’. Sekarang syaratnya hanya 2 essays saja (‘Sukses Terbesar Dalam Hidupku’ tidak diikutkan). Contoh essay ini cari di internet ya, ada banyak sekali. Intinya adalah essaynya harus menunjukkan kalau kita SUDAH memberikan kontribusi kepada masyarakat atau bangsa. Dan kalau lolos seleksi administrasi, essay ini PASTI akan ditanyakan , jadi tuliskan sejujurnya karena jika tidak akan ketahuan oleh psikolognya nanti.
  • Pastikan TOEFL atau IELTS mencukupi sesuai buku panduan. Saat ini TOEFL IBT untuk S3 luar negeri LPDP ditingkatkan menjadi 94, dan 7 untuk IELTS nya.
  • Pastikan Anda jujur dalam mengisi data-data administrasi. Jika ada kecurangan akan di blacklist oleh LPDP.
  • Pastikan IPK minimal 3 (untuk S2) atau 3,25 (untuk S3). Kampus asal tidak penting, yang penting skor IPK memenuhi.
  • Pastikan usia maksimum 35 thn (untuk S2), 40 thn (untuk S3) dan 47 thn (untuk BUDI).
  • Pastikan ANDA PUNYA PERAN SELAMA INI. Peran yang dimaksud adalah Anda bermanfaat bagi tempat Anda bekerja. Misalnya jika Anda pengusaha Anda memberikan manfaat bagi masyarakat atau klien Anda. Jika Anda dosen, Anda merupakan dosen yang produktif (tridharma perguruan tinggi baik dan termasuk dosen rajin). Jika Anda pegawai, maka Anda memberikan nilai plus bagi perusahaan Anda. Ini modal awal Anda untuk memenangkan seleksi wawancara berikutnya.
  • LoA (Letter of Acceptance) BUKAN JAMINAN Anda diterima. Di dalam syarat administrasi, Anda pun tidak diharuskan memiliki LoA. Sebagai tambahan, dalam kasus saya ketika wawancara, hampir semua teman dalam grup LGD punya LoA, tapi Alhamdulillah hanya satu yang diterima LPDP yaitu saya (padahal belum ada LoA). Kenapa bisa terjadi? Baca di bagian wawancara, saya jelaskan detail.

Selama syarat administrasi sesuai buku panduan, maka seharusnya Anda diterima.

 

SELEKSI KOMPUTER

Pada jaman saya dulu belum ada seleksi komputer. LPDP menambahkan seleksi ini berdasarkan masukan dari masyarakat. Tentunya dengan tujuan agar awardee LPDP selanjutnya lebih berkualitas dan sesuai dengan harapan LPDP. Sesuai namanya, maka seleksi ini dilakukan secara real time (on line) di depan komputer. Ada 3 jenis proses di dalamnya, antara lain:

  1. Tes potensi akademik
  2. Soft kompetensi
  3. On the spot writing

Di web LPDP dinyatakan bahwa pengambilan keputusan berdasarkan poin nomor satu yaitu TPA. Jadi memang banyak-banyak berdoa, dan tentunya berlatih soal-soal TPA (melalui buku atau berbasis web agar bisa merasakan sensasi on line nya) saya yakin bisa sangat membantu.

Poin ketiga (on the spot writing, dulu namanya on the spot essay) hanya dipindah saja. Jika dulu proses ini dilakukan saat seleksi substantif, sekarang dimasukkan ke seleksi komputer. Berikut saya tuliskan tips on the spot writing berbasis pada pengalaman on the spot essay saya dulu. Perlu diingat dulu essay nya menulis di kertas pada saat seleksi substantif dan bukan di depan komputer. Namun saya rasa poin pentingnya sama saja.

Jika Anda mendaftar dalam negeri maka essay dalam bahasa indonesia. Jika mendaftar luar negeri maka essay dalam bahasa inggris. Dalam seleksi TOEFL maupun IELTS ada bagian writing yang pasti sudah sangat familier. Nah tes essay ini mirip. Kalau skor Anda bagus, dijamin tidak akan ada kesulitan berarti.

Seperti apa soalnya? Ada dua topik, misalnya tentang kebijakan ujian akhir nasional dan tentang kebijakan reklamasi teluk jakarta. Kemudian tuliskan pendapat kita dalam bahasa inggris (pilih salah satu topik) apakah pro atau kontra. Waktu kurang lebih 30 menit.

Bagi pembaca yang skornya ingin dinaikkan, sering-sering latihan menulis dalam bahasa inggris. Coba tulis aja dulu berkali-kali, siapa yang mengoreksi, ya Anda sendiri. Jika punya dana lebih, ikut les dengan instruktur native (orang bule) seperti Eng***h F***t, atau T*I, atau Wal* S****t akan mendongkrak skor writing Anda dan meningkatkan kepercayaan menulis dan berbicara inggris secara signifikan.

Tips: Belilah buku ‘The Official Guide To The TOEFL Test’ keluaran ETS (Institusi Resmi TOEFL) dan ‘Grammar In Use Intermediate/Advance’ terbitan Cambridge University Press atau Erlangga (versi murah). Baca 2 buku ini setiap hari lembar demi lembar, dan pelajari selama 2 bulan harusnya skor TOEFL udah naik signifikan.

Jika Anda lolos seleksi komputer, maka Anda bisa lanjut ke seleksi substantif. Saya doakan lolos, aamiin.

 

SELEKSI SUBSTANTIF

Ini merupakan bagian dari 2 seleksi yang bersamaan (wawancara, dan LGD).

SELEKSI LGD

Leaderless Group Discussion adalah diskusi di mana TIDAK BOLEH ADA YANG MEMIMPIN. Dari namanya saja sudah Leaderless, tanpa pemimpin. Pastikan Anda tidak menawarkan diri sebagai moderator. Karena peserta yang mengusulkan dirinya jadi moderator (saat LGD saya) dia tidak lolos seleksi (entah kebetulan atau tidak). Intinya adalah be polite. Dengarkan pendapat anggota diskusi yang lain. Pastikan Anda tidak menyanggah idenya. Kalaupun ingin Anda tambahkan sanggahan atau ide, biarkan dia selesai bicara terlebih dahulu. Anda WAJIB BERBICARA MIN 2X. Boleh lah sesekali mengingatkan ke forum tentang waktu yang tersisa. Aktiflah, namun jangan mendominasi, karena di grup saya yang mendominasi dia ga lolos. Just be polite (selalu bermain sopan..).

Sepertinya LPDP/BUDI mendesain seleksi ini untuk mencari awardee yang open-minded (berpikiran terbuka). Yang model diktator banyak ga lolosnya.
Jika tujuan LN maka akan dikelompokkan tujuan LN semua dalam satu grup dan diskusi WAJIB berbahasa Inggris. Jika DN maka berbahasa Indonesia.
Untuk meningkatkan kemampuan speaking sering-sering aja ngomong dengan teman dalam bahasa inggris. Belepotan tidak masalah, karena dalam LGD wajib berbicara. Grammar dalam seleksi ini ga terlalu diperhatikan.

Tips: Mau cepat mahir speaking? Mau tidak mau Anda harus berbicara dengan native (bule). Kebanyakan dari kita sebenarnya sudah bisa speaking dengan baik, tapi masih belum pede saja. Cari turis lagi lewat, atau kalau memang ada dana lebih les privat conversation dengan bule akan SANGAT MEMBANTU.

 

SELEKSI WAWANCARA

Inilah seleksi sesungguhnya, dalam artian poin terbesar ada di sini. Bahkan banyak desas desus sesama awardee mengatakan bahwa bobotnya 80% dari 2 seleksi yg lain. Saya jelaskan dalam poin-poin ya agar mudah dipahami.
Pewawancara ada 3 (2 professor ahli di bidang yang sama, dan 1 psikolog profesional).

  • Pewawancara sudah menandatangani perjanjian dengan LPDP bahwa mereka tidak akan berkomunikasi dengan awardee setelah proses wawancara berlangsung (info dari direksi).
  • Semua wawancara direkam, sehingga Anda tidak mungkin bisa menyanggah nantinya. Segala kebohongan sangat mudah dideteksi dari intonasi suara, perubahan mata, bahasa tubuh dll.
  • Pastikan Anda menggunakan pakaian yang menunjukkan bahwa Anda pantas diterima sebagai awardee. Saran saya jangan gunakan pakaian yang cocok bagi Anda, tapi gunakan pakaian yang cocok untuk mereka para pewawancara seperti batik resmi atau kemeja netral. Pakaian yang sangat menghargai profesi mereka sebagai profesor dan psikolog profesional. Jadilah seperti mereka, berpenampilanlah seperti mereka, karena pada dasarnya orang paling suka dengan dirinya sendiri (maksudnya dirinya sendiri adalah pewawancara). Penampilan Anda menentukan segalanya di sini.
  • Pastikan Anda sudah memahami essays Anda dengan baik (3 essays yang Anda buat saat seleksi administrasi). Jangan sampai ada informasi yang mismatch (ga sama antara essay dengan apa yang anda sampaikan).
  • Sapa pewawancara dengan baik. Seperti misalnya Assalamu’alaikum, nice to meet you Mr/Miss (sambil salaman satu per satu). Jangan duduk sebelum dipersilakan duduk. Tunjukkan kepada mereka bahwa Anda tahu norma dan budaya bangsa yang santun.
  • JANGAN SOMBONG! Ini yang paling penting menurut saya. Karena ada rekan satu grup LGD, yang menurut saya sombongnya luar biasa. Dia merasa punya banyak publikasi, aktif di banyak organisasi, dan merasa sangat pantas mendapat beasiswa LPDP. Bahkan ketika pengumuman dia tidak diterima, dia masih sombong, “Ini pasti yang salah LPDPnya, mana mungkin saya ga ketrima, dst”. Hindari sikap seperti ini ya.
  • Selalu rendah hati, tunjukkan bahwa Anda adalah calon awardee yang santun. Menjawab pertanyaan dengan intonasi yang ramah, dan selalu gunakan bahasa inggris (jika LN), kecuali jika pewawancara memang bertanya dengan bahasa indonesia. Misalnya pada kasus saya, psikolognya selalu bahasa indonesia, maka ketika saya berbicara dengan psikolog saya berbahasa indonesia. Ketika dengan 2 pewawancara lain, gunakan lagi bahasa inggris.
  • Katakan tidak tahu, jika memang tidak tahu. Beberapa pewawancara mungkin akan coba menguji konsistensi Anda. Misal apakah Anda tahu tuition fee (SPP) di kampus Anda? Kalau memang tidak tahu, jawab saja tidak tahu. Karena mungkin pewawancara sebenarnya sudah tahu jawabannya, tapi ingin menguji kita apakah akan sok tahu atau tidak.
  • Karena saya sudah banyak belajar NLP (Neuro Linguistic Programming), saya jadi agak geli ketika melihat psikolog selalu memperhatikan gerakan mata saya. Dia ingin mencari tahu kapan saya berbohong. Usahakan mata Anda konsisten ya, dan selalu tatap wajah pewawancara. Cara pandang yang jelas, dan berani kontak mata menunjukkan Anda percaya diri dan jujur dalam memberikan informasi.
  • Selalu senyum, kalaupun Anda punya banyak prestasi ucapkanlah Alhamdulillah (atau sesuaikan dengan agama Anda). Ingat di atas langit masih ada langit, dan di hadapan Anda adalah guru besar. Mereka jauh lebih berpengalaman dari kita.
  • Ucapkan terima kasih jika pewawancara memberikan masukan. Jika pendapat mereka memang masuk akal maka terimalah sarannya dengan sopan. Jangan didebat ya! Kalau Anda kurang setuju dengan masukan mereka mungkin istilah yang lebih cocok adalah didiskusikan dengan ‘senyaman’ mungkin.
  • Jangan pedulikan durasi. Wawancara lama maupun pendek tidak menentukan Anda diterima atau tidak. Di grup saya ada yang wawancara sampai 1 jam, dan dia tidak diterima. Ada juga yang wawancara cuma 15 menit dan juga tidak diterima. Saya alhamdulillah diterima dengan durasi wawancara 20 menit.
  • Sebagian besar teman di grup LGD yang tidak diterima mengungkapkan bahwa saat wawancara mereka ditawari untuk kuliah di dalam negeri saja, daripada di luar. Dan mereka bersikeras untuk tetap kuliah di LN. Semuanya TIDAK DITERIMA. Analisis saya adalah kemungkinan pewawancara menilai para kandidat belum layak untuk kuliah di LN, atau mungkin ketika mereka diwawancarai, skill inggrisnya kurang, atau ada faktor lain yang menurut mereka kuliah di DN lebih baik. Konfirmasi pihak LPDP menyatakan bahwa pewawancara memiliki kendali mutlak, apakah Anda lolos atau tidak.
  • Jauhi double degree ya, karena ke depannya LPDP menghindari double degree. KECUALI memang pewawancara memberikan rekomendasinya kepada Anda, maka silakan saja. Kenapa ini penting? Karena ketika nanti Anda sudah diterima LPDP dan Anda ingin double degree, kemudian pewawancara tidak memberikan rekomendasinya kepada Anda (dikonfirmasi melalui rekaman suara) maka Anda tidak diijinkan ambil double degree.
  • Kuasai benar kampus tujuan Anda. Mengapa memilih kampus itu. Mengapa mengambil topik itu. Tunjukkan ke mereka bahwa Anda sudah melakukan riset mendalam tentang rencana studi Anda, dan jelaskan bahwa kontribusi setelah lulus nanti akan sangat banyak bagi bangsa dan negara. Ingat di hadapan Anda adalah profesor yang sebidang dengan Anda. Anggap saja Anda sedang konsultasi skripsi atau TA. Yakinkan ke mereka Anda memang sudah mantap memilih kampus ini.

Mungkin muncul pertanyaan, bagaimana jika tidak lolos wawancara? Tenang saja, banyak awardee yang ikut wawancara dua kali. Intinya jangan menyerah. Dari semua yang ikut wawancara dua kali, ketika saya tanya kenapa waktu pertama ga lolos, sebagian besar adalah karena terlalu pede, sehingga justru persiapan kurang, atau itu tadi karena terlalu sombong sehingga meremehkan sang pewawancara.

 

FAQ (FREQUENTLY ASKED QUESTIONS?)

SEPERTI APA KUALITAS AWARDEE (PESERTA YANG DITERIMA LPDP)? 

Berikut adalah post dari petinggi LPDP Ibu Ratna yang memberikan gambaran jelas seperti apa ‘karakter’ para awardee.

Awardee LPDP, pribadi-pribadi terpilih. Sekian ribu awardee, Sekian puluh email tiap hari, WA yang berseliweran, Jadwal rapat yang padat ples pressure yang ga bisa saya ceritain disini. Di tengah itu semua tetiba masuk pesan WA seperti ini: “Mohon maaf kalau mengganggu dan mengirim pesan di luar jam kantor. Ibu, bolehkah saya memohon arahan dan informasi dari Ibu terkait bagaimana cara melakukan pengembalian dana Living Allowance ke LPDP karena LA terakhir yang saya ajukan adalah bulan Juli, Agustus, September 2016 dan diterima oleh bagian keuangan. Saat itu saya berpanduan pada keterangan 10 hari dalam bulan tersebut” “Akan tetapi kemarin setelah saya mengumpulkan disertasi, saya menghitung kembali dan baru menyadari bahwa saya kurang tepat dalam menghitung masa studi saya. Seharusnya perhitungannya yaitu 14 bulan 8 hari, terhitung dari tanggal 13 Juli 2016 – 21 September 2016. Sehingga saya tidak berhak atas LA untuk bulan September. Oleh karena itu saya memohon maaf dan memohon informasi terkait pengembalian dana tersebut Ibu. Terima kasih.” Dan ditengah hectic nya segala sesuatu hari ini, saya seperti nemu segelas es teh manis seger yang disajikan di depan mata siap diteguk di tengah panasnya cuaca #tsaaaahhh…

To be honest, tidak banyak pribadi-pribadi terpilih seperti diatas, yang walaupun mungkin ada kesempatan untuk kepentingan pribadi, yang mungkin itu di luar jangkauan radar kami, tapi #beliau memilih untuk tidak melakukannya. Beliau sudah selesai dengan dirinya sendiri, Beliau sudah menang atas egonya sendiri. Dan status ini sengaja saya tulis to show my #salute to her and to those who did the same way she already did. May God bless all your will and ways Nduk yang tidak bisa saya sebutkan disini. oleh Ratna Prabandari (Kadiv Monev Beasiswa LPDP).

Nah, paling tidak kriteria seperti inilah yang dicari oleh LPDP.

 

APAKAH LPDP HARAM KARENA RIBA?

Pertanyaan ini juga ditanyakan ke direksi saat PK oleh salah satu awardee. Saat ini LPDP tidak seperti dulu. Kalau dulu semua investasi LPDP adalah deposito di bank konvensional. Sekarang sudah mulai dialihkan ke syariah, seperti sukuk, usaha berbasis syariah, dll. Jadi dana LPDP yang sekarang 18 trilyun adalah campuran antara konven dan syariah, mirip dengan gaji PNS. Karena sudah bercampur bagaimana hukumnya? Saya mengutip dari para ulama saja ya (karena saya bukan ahlinya). Untuk biaya yang sudah bercampur seperti ini tidak sedikit ulama yang membolehkan, karena sudah susah dipisahkan mana yang bersih mana yang riba. Pastikan bahwa dana Anda memang digunakan untuk sekolah, bukan buat jualan atau dagang.

Ada juga ulama yang mengatakan bahwa boleh-boleh saja Anda menggunakan uang LPDP, karena akad Anda dengan LPDP adalah beasiswa dan bukan hutang piutang maupun jual beli. Sehingga dari mana sumbernya adalah tanggung jawab LPDP, bukan Anda. Bahkan Anda cari beasiswa dari negara manapun lebih abu-abu lagi. Beasiswa DIKTI juga dari APBN yang ada investasi konvensional juga. Beasiswa negara lain juga sama pengelolaannya. Justru LPDP sekarang jauh lebih transparan pengelolaannya. Nanti saat Anda diterima dan ikut PK akan dijelaskan dengan detail, uangnya berasal dari mana saja.

Saya masih ragu, ingin lebih kepastian! Ketika Anda diterima maka di sistem LPDP nanti Anda bisa memilih agar dana pendidikan Anda dipilihkan dari hasil pengelolaan investasi berbasis syariah saja. Sudah cukup menjawab ya saya rasa.

 

APAKAH LPDP/BUDI SELALU ADA TIAP TAHUN?

Dulu LPDP selalu ada, setahun 4 kali periode. Sangat menggiurkan waktu pendaftarannya karena Anda bisa mempersiapkan diri dahulu. Ketika siap barulah Anda mendaftar.

Tahun lalu (2017) setahun hanya ada 1 pembukaan. Tahun ini (2018) yang saya tahu LPDP dan BUDI juga hanya dibuka setahun sekali.

 

APAKAH ADA KUOTA DI LPDP/BUDI ?

Dulu LPDP tidak mengenal kuota, kalau yang daftar banyak dan semuanya pantas diterima, pasti diterima semua. Kalau yang pantas diterima sedikit, maka yang diterima juga sedikit. Namun sekarang, sepertinya ada kuota bagi beasiswa BPI LPDP. Untuk BUDI, ia memiliki kuota yang ditentukan oleh Kemenristekdikti bersama dengan LPDP.

 

APA SAJA YANG DITANGGUNG DAN BERAPA NOMINALNYA?

Beberapa biaya yang ditanggung untuk beasiswa LN (tujuan Belanda) antara lain:

  • Pendaftaran (Ditanggung semua)
  • SPP/Tuition fee (Ditanggung semua)
  • Tunjangan Buku (10 jt/tahun)
  • Visa (Ditanggung semua)
  • Thesis/Disertasi (sesuai RAB)
  • Wisuda (Ditanggung semua)
  • Seminar/konferensi (sesuai RAB)
  • Publikasi jurnal internasional (sesuai RAB)
  • Tiket pesawat PP (Ditanggung semua)
  • Asuransi (Ditanggung semua)
  • Biaya hidup individu (1200 euro/bulan)
  • Biaya keluarga ( 300 euro/bulan/orang)
  • Biaya kedatangan (2400 euro)

 

APAKAH SAMBIL BELAJAR BOLEH BEKERJA?

Tidak boleh, kecuali bekerja di kampus sebagai asisten pengajar atau asisten peneliti (kalau s3 pasti jadi asisten peneliti dan biasanya asisten pengajar juga). Jika bekerja di perusahaan siap-siap kena sanksi dan mengganti beasiswa LPDP yang sudah diberikan.

 

APAKAH BOLEH DOUBLE BEASISWA?

Sangat dilarang keras mendapatkan beasiswa ganda. Dan pernah ada kasus awardee seperti ini, dia dituntut pidana dan mengganti beasiswa LPDP 2x lipat dan beasiswa luar negaranya juga 2x lipat.
Semoga informasi ini bermanfaat ya. Kalau ada update, insyaAllah akan selalu saya update.

 

Silakan SHARE sebanyak-banyaknya, ke sahabat, mahasiswa, kolega, dsb, karena Indonesia masih membutuhkan banyak orang berkualitas seperti Anda !

10
Leave a Reply

avatar
4 Comment threads
6 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
6 Comment authors
hendiIdaPutri MaharaniMB Herlambanglina Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
massigit
Guest

luar biasa mas.. baru kali ini saya menemukan, dan membaca tulisan ttg beasiswa yg sangat gamblang, menyenangkan utk dibaca. Tetap menulis mas.. ada banyak orang (seperti saya) membutuhkan tulisan-tulisan menggungah semangat seperti yang Anda tulis. Semoga perjalanan studinya selalu mendapatkan kemudahan. Aamiin..

lina
Guest
lina

sancta informatif, saya ingin menanyakan. apabila seorang kandidat ini sudah memiliki NIDN tapi sudah resign sebagai dosen tetap sebuah universitas swasta, apakah diperkenankan mengikuti LPDP?. Krn kandidat tidak bisa mendaftar BUDI krn sudah bukan merupakan dosen tetap. terima kasih

Putri Maharani
Guest
Putri Maharani

Saya memiliki bberapa pertanyaan.
1. Sekilas saya baca tentang persyaratan adanya ikatan dinas dg universitas tempat mengajar selama 2n+1 tahuh (*n = masa studi).
Apakah benar begitu?
Dan berapa masa studiS3 pada umumnya?.
2. Apakah ada kelas training Bahasa Inggris sebagai persiapan sebelum keberangkatan ke luar negeri?
3. Jika dibandingkan dg program2 beasiswa dari luar negeri, lebih mudah mana dg Budi Lpdp ini?

Terima kasih.

Ida
Guest
Ida

Assalamualaikum mas, mau nanya..2018 ini kan nilai TOEFL untuk BUDI 530, pada saat seleksi administrasi apakah ini syarat mutlak? Jika tidak nyampe 530 otomatis terdiskualifikasi?