Belajar Python

Belajar Python

Langkah awal sebelum belajar Machine Learning (ML) adalah memahami bahasa pemrograman Python atau R. Kali ini akan dibahas tentang bahasa pemrograman yang pertama yaitu python.

Python merupakan bahasa pemrograman yang sangat populer saat ini. Salah satu alasan kuatnya adalah karena bahasa ini gratis, dan komunitas penggunanya sangatlah banyak (bahkan terlalu banyak karena saking banyaknya). Kelebihan lainnya adalah ketika kita bingung, maka cukup ketik kesulitan di google, kita sudah bisa mendapatkan solusinya.

Apakah belajar python sulit? Ya, pertama kali sayapun merasa kesulitan. Namun cukup sebulan, kita pasti terbiasa. Didukung komunitas di luar sana, kesulitan ini jadi tidak begitu berarti. Lalu seperti apa python itu?

Dilansir dari wikipedia, python dibuat pertama kali oleh Guido van Rossum di tahun 1991. Saat ini ada 2 versi, yaitu python 2 dan python 3. Versi yang terbaru adalah versi yang ketiga. Tentunya kita akan belajar versi yang terbaru nantinya, karena versi ini yang masih terus dikembangkan. Walau demikian, ada beberapa aplikasi berbasis python yang masih menggunakan versi 2, misal OpenSesame (aplikasi untuk eksperimen psikologi).

Langkah pertama untuk belajar python adalah dengan menginstallnya terlebih dahulu. Cara default nya adalah dengan mendownload di halaman ini.

Namun, saya tidak merekomendasikan cara di atas. Alasan utamanya karena saat kita ingin install package dari python, terkadang harus menginstall dependency-nya (package lain yang harus terinstall sebelumnya). Terlalu ribet jika menjelaskannya. Saran saya, install python melalui program Anaconda!

Langkah instalasi python melalui Anaconda:

  • Buka website Anaconda di sini.
  • Pilih Python versi 3. Pastikan Anda pilih sesuai OS Anda. Jika menggunakan Windows, pilihlah Windows yang sesuai (apakah 32 bit atau 64 bit). Kemudian jika Anda memakai Mac, maka pilih Mac.
  • Setelah download, install sampai selesai.
  • Jika sudah, maka akan muncul shortcut Anaconda Navigator di desktop atau start menu windows Anda. Buka Anaconda Navigator.
  • Di pilihan Anaconda, piih untuk install Spyder atau Jupyter Notebook.
  • Jika sudah, buka aplikasi Spyder atau Jupyter Notebook.

Anda bisa memilih antara Spyder atau Jupyter Notebook. Dua-duanya memiliki fitur dan kemampuan yang sama, namun ada sedikit perbedaan. Spyder sangat cocok digunakan oleh para peneliti, karena Anda bisa melihat semua script secara keseluruhan. Anda juga bisa mengeksekusi baris manapun yang Anda mau secara manual. Jika Anda pernah menggunakan Matlab, maka Spyder lebih cocok untuk Anda. Sementara Jupyter Notebook cocok untuk proses pembelajaran, karena eksekusi perintah dilakukan tiap blok. Jadi dengan Jupyter kita bisa melihat hasil dari eksekusi untuk masing-masing bloknya. Semuanya bagus dan sama saja, tergantung preferensi masing-masing orang.

Jika Anda sudah bisa membuka Spyder atau Jupyter, maka sekarang saatnya belajar python. Cara paling benar belajar python adalah belajar dari website resminya dengan membaca bagian dokumentasinya di link ini. Cara cepat lainnya adalah belajar dari web yang merangkum point-point pentingnya saja, yaitu tutorialspoint.

Sebagai gambaran, style penulisan python akan tampak seperti di bawah ini.

 
print("halo, kita sedang belajar python di sini")
print("sudah siap?") 

Anda bisa melakukan perintah print langsung di bagian console spyder, yaitu yang pada bagian paling kanan bawah, atau langsung eksekusi di Jupyter dengan menekan CTRL+ENTER. Kita juga bisa dengan membuat script python terlebih dahulu.

Tampilan eksekusi di Spyder
Tampilan eksekusi di Jupyter Notebook

Di website saya ini, tutorial python banyak saya lakukan dengan software Spyder. Alasannya karena saya lebih nyaman menggunakan Spyder.

Apa itu console dan script?

Console

Mudahnya console adalah layar di mana ia langsung mengeksekusi program Anda. Ia juga akan menampilkan gambar dan grafik dari hasil eksekusi Anda. Layar console juga bisa melakukan aktivitas aritmatika. Coba saja ketik

 
1+2 

kemudian tekan ENTER, maka nanti ia akan langsung menuliskan hasilnya, yaitu 3.

Layar console juga akan memberitahu jika ada kesalahan dalam penulisan python saat eksekusi. Misal, coba ketik ini di bagian console,

 
print(harusnya tulisan ini error) 

Maka ketika Anda tekan ENTER, ia akan menunjukkan keterangan error SyntaxError: invalid syntax. Kenapa error? Karena dalam perintah print, tulisan yang ingin di print harus di awali dengan tanda petik 1

 
print('contoh petik 1') 

atau petik 2

 
print("contoh petik 2") 

dan ditutup dengan tanda kurung. Sementara kita tidak memberikan tanda petik tadi.

Script

Script adalah catatan yang kita tulis untuk bisa dieksekusi, baik dieksekusi keseluruhan atau hanya sebagian saja (beberapa line  dari tulisan kita). Kita juga bisa menyimpan script untuk disimpan dan dibuka kapan saja. File script akan selalu memiliki ekstensi py, misal saya simpan dengan nama catatan.py . Di dalam penulisan program python untuk ML dan AI kita akan selalu membuat script. Bisa cukup hanya 1 script atau bahkan kombinasi beberapa script.

Untuk bisa membuat script, cukup klik file pada ujung kiri spyder, dan klik ‘new file’. Jika ingin disimpan, cukup save as ‘terserah namanya’. Jika ingin membuka cukup klik ‘open’.


Selanjutnya untuk bisa membuat program AI melalui python, Anda memerlukan kemampuan dasar menggunakan python.

Berikut beberapa dasar pemrograman python yang harus Anda kuasai:

Untuk belajar secara visual, silakan berkunjung ke channel Youtube saya:

Bagikan artikel ini:
Subscribe
Notify of
guest
16 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Fany Putri
Fany Putri
10 months ago

Sangat bermanfaat sekali, saya sangat tertarik untuk belajar AI. Saya kuliah di manajemen, setelah sedikit2 tau tentang AI langsung tertarik. Walaupun masih sangat awam bahasa pemprograman. Terimakasih sudah berbagi

RUBIKAN
8 months ago

saya dari jepara jawa tengah, ingin tau lebih banyak tentang AI , soalenya pas kuliah di UDINUS belum begitu banyak yang saya pahami, padahal dosen terbaik nya bapak romi satrio wahono. mungkin saya yang malas. tapi setelah lihat video di channel youtube dan artikel di web ini saya kembali tertarik dan paham penjelasan-penjelasan yang diberikan. semoga makin banyak refensi dan tambahan ilmu tentang AI yang bisa saya dapat dari mas MEGA BAGUS Terima kasih.

matsuzama
matsuzama
6 months ago

Terima kasih telah berbagi ilmu yang sangat bermanfaat mas mega bagus , terus sharing hal hal positif lainya semangat

maulana
maulana
3 months ago

permisi pak, adakah tutorial untuk install library keras, pandas, numpy untuk spyder?

maulana
maulana
Reply to  MB Herlambang
3 months ago

saya pakai win 10, saya juga sudah pakai anaconda
saya menjalankan python di spyder. ada tanda peringatan pada line
*import numpy as np* ( ‘numpy as np’ imported but unushed (pyflakes E) )

peringatan diatas juga terjadi pada matplotlib, keras

kebetulan saya sedang menjalankan projek aplikasi ANN punya bapak

maulana
maulana
Reply to  maulana
3 months ago

((((((Pada console)))))

Python 3.7.4 (default, Aug 9 2019, 18:34:13) [MSC v.1915 64 bit (AMD64)]
Type “copyright”, “credits” or “license” for more information.

IPython 7.12.0 — An enhanced Interactive Python.

runfile(‘C:/Users/Cak Hakim/NN_Projek/projek.py’, wdir=’C:/Users/Cak Hakim/NN_Projek’)
Traceback (most recent call last):

File “C:\Users\Cak Hakim\NN_Projek\projek.py”, line 19, in
onehotencoder = OneHotEncoder(categorical_features = [1])

TypeError: __init__() got an unexpected keyword argument ‘categorical_features’

maulana
maulana
Reply to  MB Herlambang
3 months ago

<<>>

runfile(‘C:/Users/Cak Hakim/NN_Projek/projek.py’, wdir=’C:/Users/Cak Hakim/NN_Projek’)
Traceback (most recent call last):

File “C:\Users\Cak Hakim\NN_Projek\projek.py”, line 20, in
X = onehotencoder.fit_transform(X).toarray()

AttributeError: ‘numpy.ndarray’ object has no attribute ‘toarray’

*******************************************************************************************************************
<<>>
# Membuat dummy variable untuk kolom negara
onehotencoder = OneHotEncoder(categories=’auto’, sparse=False)
X = onehotencoder.fit_transform(X).toarray()

apakah script di atas juga perlu diganti agar tdk terjadi error?

Sandy
Sandy
2 months ago

Assalamualaikum, pak saya ingin bertanya dengan jawaban yang spesifik, apa perbedaan nya jupyter notebook, jupyterlab dan spyder dengan pycharm?

Sandy
Sandy
Reply to  MB Herlambang
2 months ago

Trimakasih atas jawabannya, semoga mas bagus dalam lindungan allah selalu ?