Mimi ke Group 4

Mimi saat main salju

Summer tahun lalu kakak Mimi naik ke group 3..Mimi adlh 1 diantara 2 anak termuda di kelasnya..Disini anak mulai sekolah wkt umurnya genap 4th. Karena Mimi lahir di bulan Januari jd setengah tahun pertama dianggap group 0, percobaan sblm masuk ke group 1. Karena kami pindah rumah jadilah kakak mimi pindah ke sekolah baru dipertengahan group 1.

Entah bagaimana wkt Mimi pindah dia mlh dimasukkan ke group 2 oleh Jufnya. Krn group 1&2 sekelas jd sy pun g menyadari. Mmg tiap plg sklh waktu saya tanya “kakak main apa hari ini, ngapain aja di kelas” mimi sll jwb ” aku group 2 lho bunda” ” Owh iya?” bundanya masih biasa aja, krn mmg di kelas dicampur group 1&2, jd mngkn mmg pas kegiatannya bersamaan jd Mimi menganggap dia di group 2.

Januari 2018, wkt Mimi ultah terkuaklah kebenarannya…ternyata memang Mimi selama ini dimasukkan ke kegiatan group 2, jd wlpn mrk 1 kelas, tp Juf ttp membedakan kegiatan2 tertentu utk group 1&2. contoh tema hari ibu, wkt anak group 1 mewarnai kartu utk hadiah ibunya, anak group 2 akan bikin prakarya yg lebih kompleks utk hadiah sang ibu. Si Juf salah menulis angka di topi ultah Mimi..Jufnya nulis 6, pdhl mimi masih 5th. Akhirnya si angka ditutupi pake hiasan bunga..Juf cerita ke sy, klo selama ini dia kira Mimi itu udh 5th, krn dia selama dikelas udh spt anak 5th. jd dia diikutkan kegiatan anak2 group 2.

Sy sih iya2 aja..ga masalah anak sy masuk group 1 ato 2 selama ini dia happy2 aja, krn sklh disini mmg basicnya belajar lewat bermain, jd anak g merasa terbebani. Akhirnya wkt parents meeting Juf blg “Setelah summer Almira naik ke group 3 y? apa kalian keberatan?” kami sbg ortu wkt itu kaget, krn ekspektasi kami setelah summer Mimi masih ad di kloter group (group anak2) trnyt dia mau dinaikkan ke group 3, sbg ortu ad rasa bangga, tp ad kekhawatiran jg krn kami tw group 3 anak2 sudah lebih banyak porsi belajarnya, mulai belajar membaca dan berhitung secara serius, Mimi yg masih kemudaan bakal baik2 aja ato bakal terbebani ya. Pertanyaan sy pun bnyk ke gurunya “apa hal ini biasa anak umur 5th ke group3?” si Juf blg “bukan hal yg biasa sih, biasanya anak umur 6th keatas yg ke group 3, tp aku lihat Almira sudah siap, dan aku khawatir dia akan bosan klo harus ke group 2 sedangkan dia sudah menguasai semuanya” Sy cma bisa diam, membayangkan anakku mau masuk SD (group3 ibarat kelas 1SD).

Wkt itu keputusan blm final klo kami keberatan Mimi msh bs stay di group 2, seperti seharusnya. Tapi jwbn sy wkt itu selama Almira mau ikut semua kegiatan transisi g masalah, yg penting jgn dipaksa(krn seminggu sekali Mimi dan tmn2 group 2 bakal mencoba kegiatan group 3)
Sy hanya g mau Almira terbebani..Si Juf blg, Almira sll excited klo ke group3..sy g kaget sih, krn sbnrnya mimi mmg lebih suka ngitung2, nulis2 sndr drpd mainan random.

Ketika dirumah kami pun bnyk diskusi, tiap ditanya “Mimi suka di group 2 ato group 3” dia sll jwb “aku mau ke group 3, aku dikasih buku huat nulis sendiri, ak bisa lho bunda” pertanyaan itu secara berkala sy tnykan utk memastikan kekonsistenan jwbnnya..Sampai akhirnya penerimaan raport dan parents meeting sblm Summer break. Almira yg semangat ke group 3 pun akhirnya naik kelas.

Di group 3 anak2 belajar huruf, pengucapannya dan membaca, Bahasa Belanda berbeda dlm pengucapan huruf2nya dengan bahasa Indonesia. huruf “g” contohnya dibaca hampir spt org ngorok, kombinasi vokal seperti oe, ui, ee, eu, itu beda dalam pengucapannya. Mimi harus bnyk berjuang utk menguasainya..utk anak2 Belanda pengucapan huruf2 itu sdh tidak asing krn mrk mendengarnya sejak lahir, sedangkan Mimi baru mengenal bhs belanda sejak pindah ke Groningen.

Parents meeting pertama di group 3 Juf bilang Almira anak yg ceria, tp sejak sahabatnya pulang ke Indonesia dia agak berubah. Di group 3 Mimi sekelas dgn Aira, kemana2 mereka bersama kt jufnya, tp sejak Aira plg Almira bnyk diam.” sbg ortu sy sudah merasakan perubahannya, krn tiap plg sklh sy tny dia sll jwb “Mimi main sendiri” sebelumnya sll menyebut2 Aira, dan sy tw Mimi pasti sangat kehilangan. Dia pindah dr Smg ke tangsel dia sempat kesulitan adaptasi krn sedih kehilangan tmn, wkt udh pny tmn di tangsel Qodarullah harus pindah ke Groningen diapun harus adaptasi lagi. Setelah pny tmn dekat, tmnnya pun pulang, hal ini bukan hal mudah utk Mimi yg notabene sgt perasa dan penyayang. Wlpn dia tampak sll ceria sebenernya dia anak yg perasa. Juf jg blg Almira butuh bnyk belajar baca, juf tw bhs Belanda bukan bhs ibunya jd dia butuh effort lebih. Tiap pagi sebelum kelas dimulai ortu boleh stay utk menemani membaca, sayapun berusaha meluangkan wkt, krn Mimi pengennya ayah atau bundanya yg menemani bukan kakak kelas ( utk anak yg tdk ditemani ortunya akan ditemani kakak kelasnya utk membaca)

Ayah Mimi sering bilang, “kt kn g bs bhs Belanda klo kt tmnn baca Mimi malah ga ad progress”. Tp saya beraikukuh kami yg hrs menemani, krn Mimi lebih bersemangat klo kami yg menemani. Akhirnya si ayah lebih memilih menjaga si adek dipagi hari smp sy plg stlh menemani baca krn Ayah ga pny basic baca bhs Belanda. Sy jg sbnrnya gbs bhs Belanda. Tp seminggu sekali sy ikut les dr volunteer, les gratis, seengganya klo cma baca buku anak yg kata2nya masih simpel sy masih bs coba, wlpn kadang gak tau artinya apa tp tw cara bacanya aja udh lmyn lah ya.

Parents meeting berikutnya Juf menyarankan Mimi ikut loghopedie, sejenis kelas khusus utk meningkatkan kemampuan berbahasa Belanda. Biasanya anak yg ikut yg mengalami gangguan bicara, tp Mimi ikut program yg berbeda, dia bersama tmn2 sekelas yg bahasa ibunya bukan bahasa belanda diberi kelas khusus utk menambah vocabulary dan memperbaiki cara pronunciation bhs Belanda nya. Juf jg menyarankan agar Almira banyak membaca buku berbahasa Belanda di rumah.

Parents meeting di semester ke2 awal Juf menyampaikan kemampuan Almira berkomunikasi cukup baik di kelas, tapi memang kalau dibandingkan dengan anak2 Belanda asli utk kemampuan berbahasa Almira masih harus mengejar. Juf jg bilang kalau progress membacanya tidak meningkatkan mungkin sebaiknya setelah summer Almira stay di group3, karena di group 4 nanti lebih kompleks dan Almira pun sebenarnya masih terlalu muda.

Saya bisa menerima semua penjelasan Juf, karena memang kami dari awal tidak ada ambisi agar Mimi lompat kelas atau sejenisnya. Kami percaya Juf dikelas selalu memberikan yg terbaik utk mimi&teman2. Sebagai ortu saya juga tau betul kalau Mimi sudah berusaha keras, dia mmg kesulitan membaca dlm bahasa Belanda karena kami dirumah tidak pernah menggunakan bahasa Belanda. Jadi bagi kami kalau memang summer depan Mimi harus stay is not a big problem.

Tapi sebagai ibu yg mengenal anaknya, saya tahu Mimi ga akan suka kalau dia harus stay. Dia anak yg kompetitif. Dia akan merasa ada yg salah kalau dia ga naik ke group 4. Jadi jauh2 hari kami mencoba utk komunikasikan. Kami memberi semangat agar dia lebih terpacu utk belajar membaca, tapi kami juga menegaskan bahwa kami tahu dia sudah berusaha, bukan masalah kalau Mimi stay di group 3 karena dia masih muda.

Pada suatu sore waktu Mimi selesai mengaji dan belajar baca vocab Belanda dia bertanya pada saya, “Bunda mana yg lebih important ngaji atau baca?” saya tertegun mendengar pertanyaannya. “Saya jawab dua2nya penting”. “Tapi klo lebih important yang mana?” tanyanya lagi. “Hmm.. klo mana yg lebih penting ya belajar ngajinya..klo Mimi sudah selesai Tilawatinya (disini kami pakai buku Tilawati utk mengaji) Mimi bisa baca Quran, nt bs hafalin surat2 sendiri, bisa jadi hafidzah. Kalau baca bahasa Belanda penting juga, tapi bunda dan ayah lebih seneng kalau Mimi lebih pinter ngajinya”. Mungkin waktu itu dia mau bikin skala prioritas, capek kali ya abis ngaji disuruh baca. Dua2nya bukan bahasa Ibunya.

Saya beberapa kali bertanya, kalau Mimi di group 3 lagi mau ga. “Dia jawab kenapa bunda?” mungkin dia merasa aneh dengan petanyaan saya. Saya bilang “Mimi hrs bnyk belajar baca kata Juf, biar bacanya lebih cepet, soalnya di group 4 nt bacanya lebih banyak lagi. Kalau Mimi masih merasa susah bsk di group 3 lagi ga papa kok.” Saat ditanya begitu dia seperti bingung harus bereaksi apa, dia pasti sadar baca itu sulit, tapi dia juga pengen ke group 4. Saya selalu berusaha menyemangati Mimi dalam membaca, makin hari kemampuan bacanya meningkat, dulunya dia mengeja dl baru dibaca, contoh buik (perut) dia akan baca dgn mengeja beh-uw-keh = bauwk, moeilijk = em-oh-ei-lek= moilek. Buat sy orang dewasa aja susah apalagi mimi, yang baru 2tahun mengenal bahasa Belanda.

Tiap lembar kerja dikelas (sejenis LKS) sudah selesai dan dibawa pulang, saya periksa isinya. Saya lihat tulisan tangan Mimi itu cukup rapi utk anak seusianya, lembar kerja menghitung hasilnya selalu bagus, sy tw dia lebih suka berhitung daripada membaca. Kami sebagai orang tua sudah sepakat tidak akan membebani Mimi dalam belajar. Kami akan dukung yg dia suka, kami arahkan tanpa menambah bebannya. Soal membaca kami bantu semaksimal mungkin, tanpa membuat dia merasa terbebani.

3 minggu sebelum liburan Mimi bilang aku kata Juf ke group 4. Saya dan ayahnya terkejut, “Eh beneran kak? Juf bilang apa”. Allemal ga naar group 4, Allen xxx blijf here.” ( semua ke group 4, hanya xxx tetap tinggal). Ada 1 anak dikelas Mimi yg harus stay. Saya cukup surprise, wah kakak hebat pdhl sy udh mempersiapkan hati kalau anak saya harus stay. Tapi sy masih belum lega, masih mau ngobrol dl sama Jufnya, jdwl parents meetingnya masih seminggu lagi, harus sabar dulu. 3 hari sebelum parents meeting raport dibagikan. beda dgn di Indonesia raport diberikan ke ortu, disini sih dikasihin aja ke anak pas plg sekolah. Sy lngsung buru2 buka hasilnya. Alhamdulillah ditulis “Fijne vakantië en veel sucess in group 4”. MasyaAllah anak bunda udh berusaha keras, Alhamdulillah naik kelas lagi.

Saat parents meeting kami diberi kesempatan utk bertanya. Kami menanyakan grafik2 yg kami kurang paham dari raportnya. Juf menjelaskan hasil tes CITO Almira sudah bisa melewati group 3, jd dia pantas ke group 4. Dia kelebihannya di matematika. Hasil CITO math harusnya bisa lebih tinggi kata Juf, karena di kelas Mimi cukup menonjol di matematika, tp mungkin krn kendala dalam memahami pertanyaannya jadi hasilnya dibawah standart nilai Mimi yg seharusnya. Utk membaca sudah banyak kemajuan. Juf yakin di group 4 kemampuan bahasanya akan meningkat. Karena di usia 7than anak2 cepat menyerap bahasa. Jadi ga ada alasan utk Almira tetap tinggal di group 3. Almira juga anak yg periang, gurunya cukup takjub karena dia bisa main bersama Meisjes (girls) maupun Jongens (boys). Karena biasanya para meisje lebih suka bermain dengan meisje, tapi Mimi bisa berbaur dengan semua.

Alhamdulillah.. Alhamdulillah..Kakak sudah melewati masa sulit kehilangan sahabatnya, walaupun sampai sekarang belum ada nama teman di kelas yg jadi favoritnya, tapi tiap plg sekolah dia cerita tadi main dengan si ini, ini dan ini. Jadi sekarang temannya ga hanya satu tapi malah banyak. Goed zo kakak ??

MasyaAllah perasaan campur aduk ketika dijelaskan. Saya tau apa saja yg sudah dan sedang Kakak Mimi lewati tidak mudah. Tapi ini semua proses untuk menempa Mimi jadi anak yg lebih kuat. Sama2 berjuang ya sayang. Bunda dan Ayah akan selalu berusaha membersamai kakak Mimi dan Adek Lili pastinya. Semoga selalu jadi anak Solehah, ceria, semangat, kuat dan penyayang..Aamiin

Yang pasti terimakasih Juf Mieke, Juf Medine yg selalu mensupport Almira, memahami kebutuhan belajar Almira, terimakasih sudah membersamai Amlira di group 3 dengan sepenuh hati, terima kasih Juf Tine, Juf Hamida dan Jif2 Inval lainnya. Keberhasilan seorang anak didik itu tidak pernah lepas dari jerih payah pengajarnya. Semoga para Juf, Mister, guru2 dimanapun berada bisa selalu dimudahkan dalam mendampingi anak2 didiknya. ????

Bagikan artikel ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of