Menginstall Library di Python

Menginstall Library di Python

Python adalah bahasa pemrograman yang sangat populer saat ini. Hampir semua para praktisi AI (artificial intelligence) maupun data science selalu memprioritaskan Python untuk menghandle semua permasalahan di kedua bidang tersebut. Alasannya sangat sederhana, karena memang Python didukung banyak sekali library yang didesain untuk AI maupun data science.

Salah satu library yang paling populer adalah NumPy. Library ini digunakan untuk melakukan operasi aljabar linear, vektor, matriks, dan lain sebagainya yang memang menjadi dasar dari sebuah perhitungan kompleks. Kecepatan NumPy juga sangat cepat. Walaupun ia adalah sebuah library yang dibangun di bahasa C, namun ia sudah didesain khusus agar bisa diinterpretasikan oleh bahasa Python.

Library lain yang tidak kalah populer adalah matplotlib maupun seaborn. Keduanya sangat sering dipakai para praktisi data scientist untuk membuat grafik (plots) dengan kualitas yang sangat baik. Tidak jarang, kualitasnya dijadikan standar untuk publikasi di beberapa jurnal internasional.

Bagi mereka para praktisi machine learning sudah pasti familiar dengan library seperti scikitlearn, keras, tensorflow, maupun PyTorch. Semua library yang baru saja saya sebutkan memang menjadi library favorit di bahasa Python untuk membuat model AI yang sangat advanced (canggih) termasuk dengan deep learning.

Lalu bagaimana cara menginstall libraries ini di Python? Caranya sangat mudah. Secara umum dibagi 2. Pertama jika Anda adalah pengguna Anaconda, dan kedua jika Anda bukan pengguna Anaconda.


Pengguna Anaconda (Anaconda Navigator)

Jika Anda pengguna Anaconda, maka bukalah Anaconda Navigator, lalu pilih bagian Environments (sebelah kiri). Ilustrasinya bisa dilihat di gambar berikut:

Ilustrasi Anaconda, kemudian pilih bagian Environments

Setelah memilih Environments, langkah selanjutnya adalah pilih sebuah tulisan ‘installed’ yang memiliki tanda panah ke bawah (dropdown list). Ilustrasinya bisa dilihat di gambar berikut:

Anaconda dropdown list
Ilustrasi menu dropdown di Anaconda

Di menu tersebut kita bisa melihat ada beberapa pilihan, di antaranya installed, not installed, updatable, selected, dan all. Fokus saja kepada bagian installed dan not installed.

Sesuai namanya, jika menu installed kita pilih, maka kita akan melihat sekian banyak library yang sudah ada di Python kita. Teman-teman bisa mengeceknya apakah library yang diperlukan sudah ada di sana atau belum. Contohnya, saya berikan ilustrasi di mana saya mengetik ‘keras‘ di bagian search, dan akan muncul bahwa library keras ada di sana, artinya library ini sudah saya install.

Ilustrasi searching library keras di Anaconda.

Bisa saja di Anaconda ketika diketikkan keras maka tidak akan muncul item apa-apa di bawahnya. Artinya library keras belum ada di Anaconda Anda. Jika tidak ada di Anaconda, maka otomatis tidak akan bisa digunakan di Python.

Sekarang coba pilih not installed. Maka Anda akan melihat sekian banyak library yang belum terpasang di Anaconda. Silakan pilih mana saja, misal kita pilih django, sebuah library khusus untuk website. Cukup ketikkan django di bagian search. Ilustrasinya sebagai berikut:

Menginstall django
Mencoba menginstall django.

Sekarang di ilustrasi di atas muncul 2 item. Pilihlah yang bertuliskan django. Setelah itu pilih tombol apply di kanan bawahnya. Maka tampilannya akan berubah menjadi seperti ini.

Tampilan setelah klik tombol apply di kanan bawah.

Jika tampilannya di atas artinya Aanconda sedang mencarikan semua library yang juga harus ikut diinstall (istilah lainnya adalah dependency) agar library django kita bisa berjalan dengan baik. Nanti akan muncul beberapa library dependencies-nya sebagai berikut:

install dependency library anaconda
Ilustrasi beberapa package dependency django.

Sekarang cukup klik tombol apply (dengan tanda berwarna merah), dan tinggal ditunggu saja. Selamat, sebuah library (django) sudah terinstall di Anaconda!


Pengguna Anaconda (Metoda Conda)

Terkadang saat kita menggunakan Anaconda Navigator, saat mencoba mencari library dependency-nya bisa memakan waktu lama. Hal ini bisa terlihat di mana Anaconda akan mencari terus library dependency tapi tidak selesai-selesai, sehingga terkadang kurang efisien.

Ada cara lain yang juga direkomendasikan jika Anda pengguna Anaconda, yaitu dengan menggunakan Anaconda prompt. Caranya sangat mudah:

  1. Buka Anaconda prompt. Ketikkan search di bagian windows ‘Anaconda prompt’.
  2. Setelah muncul terminal Anaconda prompt, ketikkan library yang ingin diinstall, misal Numpy. Maka cara penulisannya adalah sebagai berikut:

conda install <library yang ingin diinstal>

Jika ingin menginstall numpy, maka menjadi:

conda install numpy

Setelah itu, tunggu saja, dan ketikkan y di terminal, lalu ketikkan lagi enter. Selamat, sekarang Anda sudah menginstall sebuah library di Anaconda menggunakan metoda conda.


Bukan Pengguna Anaconda (Metoda Pip)

Jika Anda bukan pengguna Anaconda, misal Anda langsung menggunakan Python di command prompt, atau menggunakan text editor lain seperti SublimeText, Pycharm dan sejenisnya, maka Anda bisa menginstallnya dengan menggunakan pip method.

Caranya adalah sebagai berikut:

  1. Buka command prompt (windows) atau terminal (Mac).
  2. Setelah muncul terminal Anaconda prompt, ketikkan library yang ingin diinstall, misal Numpy. Maka cara penulisannya adalah sebagai berikut:

pip install <library yang ingin diinstal>


Jika ingin menginstall numpy, maka menjadi:

pip install numpy

Setelah itu, tunggu saja, dan ketikkan y di terminal, lalu ketikkan lagi enter. Selamat, sekarang Anda sudah menginstall sebuah library di komputer Anda dengan menggunakan metode pip.

Semoga bermanfaat!

Bagikan artikel ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments