Pekerjaan Yang Terancam di Masa Depan

Pekerjaan Yang Terancam di Masa Depan

Perkembangan teknologi sangatlah cepat. Setiap tahun selalu muncul inovasi-inovasi baru. Sebagai contoh sederhana, mobile phones (juga disebut dengan HP – hand phone) yang dahulu tidak ada, saat ini kehadirannya mudah ditemukan. Sekarang, rasanya tidak nyaman jika kita pergi kemanapun tanpa membawa alat ini. HP seakan-akan sudah menjadi kebutuhan pokok kita.

Pada saat itu, sekitar tahun 90-an, dengan HP kita bisa melakukan panggilan ke siapa saja termasuk melakukan panggilan ke luar negeri. Kita juga bisa mengirimkan pesan berupa teks yang disebut dengan SMS (short message service).

Sedikit membahas tentang sejarahnya, sebelum teknologi HP ini hadir, untuk bisa berkomunikasi jarak jauh, orang jaman dahulu menggunakan telepon konvensional yang masih menggunakan kabel. Setiap rumah umumnya memiliki telepon jenis ini. Selang beberapa tahun kemudian, muncullah teknologi pager, di mana kita bisa menerima pesan teks. Namun, untuk bisa menerima pesan tersebut, kita harus menghubungi operator pager melalui telepon terlebih dahulu. Barulah tidak lama kemudian diperkenalkan teknologi telepon seluler (HP) ini.

Ilustrasi pager

Masih di tahun 90-an, mereka yang memiliki HP hanyalah orang-orang kelas atas. Ukuran HP saat itu juga masih sangat besar jika dibandingkan dengan HP saat ini. Layarnya juga belum memiliki fitur touch screen dan masih berupa hitam putih. Saat harga HP mulai bernilai ekonomis, banyak orang berlomba-lomba mencarinya, dan proses komunikasi menjadi semakin mudah.

Hal menarik yang terjadi adalah adanya fase perubahan. Teknologi telepon seluler mulai menyingkirkan teknologi telepon konvensional dan pager. Usaha-usaha yang berbasis pada teknologi telepon konvensional seperti wartel (warung telekomunikasi) banyak yang gulung tikar. Operator pager juga banyak yang tidak mampu bertahan. Itu semua terjadi karena tersingkirnya teknologi lama oleh teknologi baru.

Banyak bisnis wartel yang tutup ketika banyak orang sudah menggunakan HP

Ada contoh lain yang mirip dengan cerita teknologi telepon seluler, yaitu teknologi internet. Tidak jauh dari cerita di atas, pada tahun 1997-1998 terjadi booming teknologi internet. Sebenarnya teknologi ini sudah ada sejak tahun 90-an, namun saat itu belum banyak dinikmati oleh publik.

Pada periode ini, muncul bisnis baru dengan nama warnet (warung internet). Banyak orang harus pergi ke warnet terdekat untuk bisa mencicipi teknologi ini. Melalui internet, kita bisa mengakses segala jenis informasi. Inilah salah satu keunggulan dan sisi positifnya. Walau demikian, ia juga memiliki dampak buruk yang dirasakan beberapa pihak.

Banyak bisnis mengalami kerugian karena internet. Sebut saja bisnis media cetak, seperti taboid, majalah, dan koran banyak yang mulai berguguran, yang pada akhirnya mereka juga mengalihkan bisnisnya ke dalam bentuk online. Toko-toko fisik seperti toko musik, toko buku, fashion juga mulai lesu. Agen tiket perjalanan seperti tiket pesawat, kereta dan hotel yang masih tradisional kalah bersaing dengan teknologi tiket online. Teknologi baru seperti internet pada saat itu (dan juga saat ini) membunuh banyak bisnis dan beberapa jenis pekerjaan.

Jika tadi kita membahas kedua teknologi telepon seluler dan internet, lalu apakah ada contoh yang mirip seperti keduanya, yang juga sedang terjadi saat ini? Ya ada, teknologi yang baru itu adalah AI (artificial intelligence), atau lebih dikenal dengan istilah kecerdasan buatan.

Kemunculan HP dan internet justru membuat perkembangan AI semakin cepat. Bahkan, AI mudah ditemukan di dalam kedua teknologi tersebut, misal aplikasi faceapp yang bisa merubah foto kita menjadi lebih tua atau lebih muda, kemudian aplikasi face recognition, deteksi sidik jari, kamera canggih yang ada di HP, dan masih banyak lagi. Sebagian besar dari teknologi itu juga melalui proses komputasi online, yang artinya proses komputasinya (juga) dilakukan di server lain, yang kemudian hasilnya dikirimkan ke HP (alat kita). Benar-benar kombinasi yang apik antara HP, internet dan AI.

Dikembangkannya teknologi AI dalam bentuk chip seperti buatan Intel ini, membuat disrupsi semakin cepat. Di masa depan, diprediksi akan ada beberapa jenis pekerjaan yang mulai tidak dibutuhkan bahkan terancam hilang. Apa saja itu?

1. Operator

Pekerjaan-pekerjaan yang repetitif seperti kasir di supermarket, teller di bank otomatis akan hilang. Di Belanda, supermarket AH (Albert Heijn) mulai mengganti banyak kasirnya dengan kasir otomatis.

Mesin kasir otomatis di AH

Dengan menggunakan mesin ini, pelanggan cukup memindai (scan) barcode semua produknya yang ia ingin beli, dan cukup membayar menggunakan kartu. Di China juga mirip, pelanggan cukup scan barcode. Namun pembayaran tidak melalui kartu, melainkan cukup memindai wajahnya (face recognition), lebih canggih lagi!

Di dunia perbankan, seperti di bank-bank besar semisal ING di Belanda juga mengganti beberapa operatornya. Bank ini cukup menyediakan 1 atau 2 orang customer service untuk tiap unitnya, sisanya menggunakan mesin ATM canggih atau aplikasi internet banking lewat HP untuk melayani transaksi perbankan. Dengan cara ini, ING mampu memangkas biaya yang sangat besar.

Ciri-ciri dari pekerjaan jenis operator ini adalah aktivitasnya yang bersifat repetitif, dan tingkat fleksibilitasnya yang rendah. Contoh lain dari pekerjaan ini yang mudah ditemui adalah telemarketing, resepsionis, buruh pabrik, dan kurir.

Jika Anda bekerja di bidang ini, maka kemungkinan besar pekerjaan ini akan lenyap di masa depan dan peran Anda akan digantikan oleh robot atau mesin. Semakin mudah sebuah pekerjaan dimodelkan oleh mesin/robot, maka semakin cepat pula ia tersingkirkan.

2. Dokter Umum

Dokter umum (bukan spesialis) akan tetap ada, namun jumlahnya akan berkurang dengan sendirinya, karena di masa depan orang lebih nyaman berkonsultasi menggunakan HP secara online melalui virtual medical assistant. Banyak sekali aplikasi-aplikasi konsultasi kesehatan yang berbasis AI yang saat ini dikembangkan secara intensif.

Ilustrasi dokter umum

Babylon health adalah contoh aplikasi berbasis web yang sudah menyerupai doktor umum virtual. Dengan portal ini kita akan mendapatkan diagnosis yang cepat dan akurat. Yang tidak kalah penting adalah kita bisa langsung mengetahui apa penyakit kita tanpa harus pergi keluar rumah. Aplikasi ini mendapatkan tingkat kepuasan 4.8 dari nilai total 5. Canggih bukan?

3. Dokter Radiologi

Pekerjaan medis (selain doktor umum) yang juga terkena dampaknya adalah dokter spesialis radiologi (rontgen). Saat ini teknologi scanning AI sudah sangat canggih. Berita terbaru pada September 2019, aplikasi X-ray buatan GE (General Electric) sudah mendapatkan ijin dari FDA (organisasi resmi pemerintah US dalam menangani kesehatan dan obat-obatan warganya) untuk digunakan secara publik.

Ilustrasi dokter radiologi

Sejak diberikannya lampu hijau, banyak para analysts memprediksi di mana peran dokter radiologi di masa depan akan digantikan oleh AI. Yang mengesankan, akurasi teknologi buatan GE ini sangat tinggi yaitu 96% dan bisa memangkas waktu diagnosis dokter radiologi pada umumnya dari 8 jam menjadi hanya 15 menit saja. Benar-benar persaingan yang ketat antara dokter dengan AI!

4. Akuntan

Software-software akuntansi banyak bermunculan. Yang lebih canggih lagi, banyak dari software ini yang sudah terintegrasi secara otomatis dengan transaksi keuangan secara real-time. Di masa depan, kita sudah tidak memerlukan lagi akuntan keuangan, karena setiap akhir periode (akhir bulan misalnya) kita akan bisa melihat pembukuan transaksi kita (termasuk perusahaan) di periode tersebut. Aplikasi ini nantinya akan terintegrasi dengan rekening keuangan kita seperti di bank atau uang digital melalui banyaknya fintech yang bermunculan.

Ilustrasi aktivitas akuntan

Di masa depan, para akuntan tentu saja masih ada, namun jumlahnya akan terus menurun. AI akan dengan mudahnya memodelkan cara kerja para akuntan ini dengan tetap mempertahankan tingkat akurasi yang tinggi. Yang harus diperhatikan adalah aplikasi-aplikasi AI keuangan ini bekerja 24 jam non-stop, dan beroperasi secara real-time tanpa lelah.

5. Desainer Website dan Logo

Dua pekerjaan ini, web and logo designers, akan dengan mudah digantikan oleh AI. Saat ini banyak sekali situs-situs yang menawarkan desain website berbasis AI yang secara otomatis akan membuatkan website sesuai kriteria yang kita inginkan. Contoh aplikasinya adalah website heyleia atau b12.

Ilustrasi web design

Aplikasi untuk mendesain logo juga sangat mudah ditemukan. Sebagai contoh freelogodesign bisa dengan mudah membuatkan logo untuk usaha kita. Ada juga portal lain yang terkenal semisal wix, canva dan masih banyak lagi.


Jika Anda bekerja di bidang-bidang ini, maka besar kemungkinan Anda akan berhadapan dengan AI di masa depan. Jika ingin bertahan di beberapa bidang tersebut, maka Anda harus mampu memberikan inovasi-inovasi yang unik di mana AI tidak/belum mampu menirunya. Anda juga harus bisa memberikan tingkat kepuasan yang tinggi di mana produk/jasa yang Anda tawarkan harus sangat sesuai dengan keinginan mereka. Yang tidak kalah penting, Anda juga harus bisa memberikan jasa purna jual (aftersales) yang lebih menguntungkan agar mereka (para pelanggan) tetap memilih Anda.

Menurut pengamatan para ahli AI, ada beberapa pekerjaan lain yang juga terkena dampak oleh AI di masa depan, seperti pekerjaan driver (mobil otomatis tanpa supir), petani (digantikan oleh robot), dan lain-lain. Walau demikian, untuk kasus di Indonesia, menurut saya pekerjaan-pekerjaan tersebut belum terkena banyak dampak. Selain karena teknologi tersebut tidak cocok jika diterapkan di Indonesia, alasan lain adalah pekerjaan-pekerjaan ini masih akan sangat dibutuhkan sampai periode 20 tahun ke depan.

Hal yang perlu dicatat adalah, kita harus selalu siap dengan apa yang akan terjadi di masa depan. AI benar-benar akan merubah cara hidup kita. Akan ada banyak hal yang bersifat otomatis dan akan terintegrasi satu dengan yang lain. Kita sebagai users (pengguna) harus benar-benar memahami bagaimana teknologi AI ini bekerja. Dengan demikian, kita bisa mengetahui langkah-langkah apa saja yang bisa diambil untuk mampu beradaptasi di masa depan.

Bagikan artikel ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of